CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.com

trensitus - Selamat datang disitus trensitus,Jika kamu mencari artikel CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.com,Kalian datang ke situs informasi yang tepat artikel ini masuk dalam kategory bisnis, artikel ini masuk dalam kategory Kesehatan,Semoga Bermanfaat.

Title : CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.com
link : CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.com

Read This


CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.com

CANDU DALAM ROKOK

              Jika anda adalah seorang perokok aktif, maka pastilah sudah kenal betul dengan kenikmatan menghisap sebatang rokok di sela-sela maupun di tengah aktivitas sehari-hari. Bisa jadi, merokok awalnya adalah sebuah aktivitas pelarian dari perasaan tidak nyaman dalam hati anda, atau karena pengaruh pergaulan (sosial). Terlebih di kalangan remaja yang menginjak dewasa, merokok itu dianggap gaul, keren, jantan, dan asik. Bahkan aktivitas merokok diberi istilah gaul ‘sebat atau sebats’ yang berasal dari kata sebatang rokok. Kehadirannya sudah menjadi aspek pergaulan, menjadi hal yang penting bagi mereka yang sekedar ngumpul atau nongkrong. Bermula dari coba-coba, kemudian keterusan atau kecanduan. 

               Banyak penelitian kesehatan yang menyebutkan resiko merokok, tak hanya bagi tubuh si perokok, namun bagi orang lain yang ikut menghirup asapnya. Mulai dari penyakit paru-paru, jantung, bahkan yang berkaitan dengan reproduksi. Namun, mengapa merokok masih dilakukan? Segala macam penyakit yang seolah “mengancam” sepertinya hanya diacuhkan. Bahkan, ketika kemasan rokok sudah “dihiasi” peringatan bahwa “merokok membunuhmu”, sebagian konsumennya masih terlihat dengan santai mengepulkan asap dari hisapan batang rokoknya. 

            Tak asing lagi, didalam sebatang rokok terkandung bahan-bahan berbahaya yang merugikan tubuh. Menurut Irish Cancer Society, dalam sebatang rokok tembakau, terdapat racun yang bersifat adiktif dalam tubuh. Dari sekitar tujuh ribu bahan kimia yang ditemukan, enam puluh diantaranya terdeteksi bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Diantara zat-zat kimia yang ada dalam rokok, kita sudah familiar dengan nikotin, tar, dan karbonmonoksida, yang tak seyogyanya terpapar terus menerus dalam tubuh manusia lewat rokok. 

Kenapa orang merokok?

Lantas, apa yang membuat orang-orang masih saja menjadi penikmat rokok? Disamping merokok adalah candu, ada hal-hal atau aktivitas yang mendorong mereka untuk melakukan kebiasaan tersebut, baik internal (dalam diri mereka) maupun eksternal (diluar diri mereka). Hal eksternal dipicu oleh pergaulan dan kawan-kawan sesama perokok, malu dicap “cemen” dan tidak gaul jika tidak ikut merokok.

Hal-hal internal yang menjadi pendorong aktivitas merokok berkaitan dengan kondisi emosi dan beberapa aktivitas pemicu. Kondisi emosi yang dimaksud adalah situasi dimana mereka diselimuti emosi negative, yakni perasaan bosan, sedih, marah, dan tertekan, atau bahkan emosi yang positif seperti perasaan senang/gembira yang perlu diluapkan.

Kesedihan, kemarahan, kesepian, menjadi pemicu seseorang untuk merokok, sama halnya perasaan senang akan sesuatu hal dalam kehidupannya. Sedangkan aktivitas pemicu yang mendorong kebiasaan merokok, berasal dari kebiasaan atau rutinitas di saat merokok menjadi pelengkap nan nikmat, misalnya: sesudah makan, saat minum teh atau kopi, minum beer maupun wine, mengerjakan tugas yang berkaitan dengan pikiran atau konsentrasi, ketika sedang istirahat mencari ide atau inspirasi, sedang menelepon, menyetir, buang air besar, maka rokok adalah “teman” yang melengkapi suasana.

Sekali mencoba dan terkena dampak candu rokok, maka akan semakin kuat menanamkan dalam pikiran dan kebiasaaan bahwa merokok adalah aktivitas rutin dalam keseharian. Maka, diluar kondisi emosi yang mempengaruhi seseorang untuk merokok, rokok menjadi aktivitas penting yang menyertai waktu-waktu tertentu penikmatnya dalam satu hari. Bahkan ingin lagi dan ingin lagi, sampai batang demi batang tak terasa sudah jadi puntung-puntung dalam asbak.

Zat candu yang ada dalam rokok tanpa sadar membuat perokok terperangkap pada terus menerus memikirkan rokok. Bahkan dalam waktu luang pun yang dipikirkan adalah rokok. Nyaris seperti orang yang sedang dimabuk cinta. Menurut pengakuan seorang pecandu rokok, untuk bisa tidur pun sulit jika belum merokok, kebingungan jika tidak ada rokok disampingnya. Sebab apa? Sebab bangun tidur pun yang dicari pertama kali adalah rokok. Maka tak heran jika banyak kasus kebakaran kasur, ini bisa jadi ada kaitannya dengan rokok. Intinya, rokok harus selalu ada. Candu seperti narkoba.


Yap, Ini adalah akhir dari post CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.com

terimakasih sudah berkunjung ke blog trensitus Mohon bantu share CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.comdan berbagi artikel trensitusTerutama share di sosial media kalian dengan klik ikon dibawah ini

Sekarang kalian membaca postingan CANDU DALAM ROKOK | Trensitus.com dengan alamat link https://www.trensitus.com/2019/11/candu-dalam-rokok-trensituscom.html

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel